Sabtu, 25 Maret 2017

TAKDIR




Saya pernah menaruh harapan pada seseorang.. harapan yang dibangun sendiri, di rangkai sendiri, dan akhirnya kecewa sendiri. Sejak saat itu saya selalu jaga perasaan. Gak mau kecewa ya jangan berharap.
Sejak saat itu saya berhati-hati untuk memberikan hati pada seseorang.
Tapi memang kita tidak pernah bisa mengatur takdir ataupun melawan takdir.
Saya jaga hati saya, saya jaga diri saya, saya jaga perasaan saya, kalau sudah terjadi, kalau sudah ada, lalu bisa apa?
Seseorang datang, menggantikan seseorang yang lainnya. Saat itu terjadi, saya tanamkan dari hati, tidak lebih dari ini. Tidak lebih dari sebelumnya.
Saya bisa atur apa yang saya perbuat, tp saya tidak bisa atur perasaan yang ada. Tuhan hebat... manusia bisa mengatur apa yang bisa jadi pikirannya, tapi tidak diluar kendalinya.
Yang saya takutkan, kecewa itu saya rasakan lagi. Yang saya takutkan rasa sakit itu saya rasakan lagi.
Seseorang datang dengan membawa serangkaian kata indah, seolah-olah hadirnya benar ada untuk saya.
Saya terbuai, terbuai oleh kepalsuan yang selama ini dibuat, kepalsuan yang selama ini dilakukan.
Dan lagi, saya terjatuh lagi pada orang yang salah. Saya merasakan sakit dan kecewa.
Saya berpikir, kenapa Tuhan harus menaruh hati pd org ini? Kenapa???
Tapi saya yakin, saya sangat yakin bahwa semua yang terjadi tidak ada tanpa sebuah alasan.
Saya terima saat ini rasa sakit yang saya rasakan. Balasan dari kebaikan dan rasa cinta yang saya tanamkan dalam hati.
Saya mengatur lagi, untuk tidak merasakan hal seperti ini. Cukup untuk lagi. Tapi jika takdir mengharuskan saya terulang lagi hal seperti ini, saya terima. Krn apapun yang saya jaga takkan bisa menolak takdir yang ada.
Saya yakin, ada sebuah cerita indah dari sebuah cerita sedih yang saya rasakan.
Saya yakin, hasil tak pernah menghianati proses. Jika proses saya harus terlebih sakit dan terbebankan, hasil saya pasti bahagia nantinya.
Saya yakin, kuasa Tuhan jauh lebih besar dari apa yang saya pikirkan.
Akan ada masa dimana kebaikan cinta akan terbalas dengan semestinya.
Akan ada masa dimana setiap pengorbanan akan terbayarkan.
Akan ada masa dimana penyesalan untuk orang-orang yang telah melewatkan hati yang tulus.
Saat masa itu datang dan saat itu saya mulai berbahagia.
Terimakasih untuk orang-orang yang membuat saya semakin menjadi pribadi yang kuat.
Semoga ini jadi pembelajaran, bahwa kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Pendekatan dengan seseorang, ataupun menjatuhkan hati pada seseorang, tak ada satu orangpun yang bisa mengatur untuk hal ini. Cinta datang dariNya, dari kuasaNya. Entah untuk menemukan sejatinya ataupun jadi pelajaran hidupnya.
Terimakasih Tuhan untuk cerita lagi, pengalaman lagi, dlm hidup saya. Createdby: zr. Thanks God for everything.

Minggu, 27 November 2016

It's my life

Eh tau gak? Si itu blablabla....
Si anu blablabla....
Gak usah pusing! Gak usah dipikirin!

Penilaian orang baik atau atau buruk biarkan mereka menilai. Tetapi tetap semua kita yang jalanin. Mereka gak tau hal apa aja yang udah pernah gue lewatin di hidup gue.
It's my life.. ini hidup gue, apapun yang buat gue bahagia so... gue lakuin untuk bahagiain diri gue bukan buat denger apa kata orang.

Karena orang yang berpikir buruk tentangmu hanya dapat menerka dan mengira saja. Dirimu lah yang membuktikan. Dan buktikan apa yang mereka pikirkan itu salah karena suatu saat mereka dapat melihat kenyataan.
Oh.... ternyata dia baik ya.
Oh.... ternyata dia punya kelebihan.
Oh.... pantas dia bisa dapat semua itu karena memang dia layak.
Yang akhirnya mematahkan pikiran buruk menjadi baik.

Jadi... apapun penilaian seseorang terhadapmu bukanlah tolak ukur siapa dirimu. Tapi penilaian orang lain untuk cerminan hidup. Harus bisa buktikan kalau yang mereka pikirkan itu salah. Dan kenyataannya apa yang terjadi lebih baik dari yang mereka katakan tentangmu.
Lakukan yang terbaik, menjadi pribadi yang lebih baik, bukan semata-mata karena ingin dilihat orang lain tapi untuk hidup pada kebaikan. Be good people. ✌🏻️

Mengenang Ayah

My father my hero...
"Sayyid Abu Bakar Rumi bin Habib Agil Rumi"

15 thn sudah mengenang ditinggal alm.Aba...
Ada hal yang sy ingat betul di akhir2 hidupnya beliau. Sy rutin menemani aba tiap shalat ashar-maghrib, krn itu permintaannya aba sendiri. Pas shalat tiba2 aba pegang dada sambil menahan nyeri. Bukan pertama kali sy melihatnya spt itu... Hanya sy yang melihat dan menyaksikan sakitnya aba. Tp baru kali itu aba sampe nangis nahan sakit. Sy yg tdk tau apa2 panik dan manggil mama... Tp aba slalu bilang "jangan bilang siapa2 kalo aba sakit ya, awas kalo kamu sampe bilang mama". Yasudah... Sy cuma nangis melihatnya dan aba memeluk sy.
2 hari kemudianlah beliau meninggal kena serangan jantung. Dan saat itu lah sy baru tau kalau aba punya sakit jantung.
Aba gak pernah mau berobat...tiap merasa sakit aba slalu pergi ketempat sepi dan cuma sy yg melihat. Inilah Penyesalan sy sampai sekarang tp memang sudah takdir bagaimanapun tak bisa dihindari.

15 tahun sudah... Kita berbeda alam. Tp perasaan dan hati ini tak pernah berubah oleh waktu. Aku gak pernah iri melihat orang pacaran mesra2an, aku cuma iri melihat ayah dan anaknya bercanda bersama. Krn saat itu aku langsung teringat kembali masa kecilku dengan ayah.
Sedih....kecewa....rindu....semua aku rasakan.
Sedih krn aku blm bisa jadi anak kebanggaannya, aku tau betul apa yang diinginkan aba. Aku punya alasan sendiri kenapa aku seperti ini dan biarlah hanya aku yang tau.
Tiap malam aku selalu merindukanmu, tiap kali aku merasa sendiri aku selalu ingat saat2 berdua denganmu. Tak ada yang tau betapa indahnya kita bersama dulu.
Maafkan aku Aba....maafkan aku jika aku membuatmu kecewa. tapi aku janji....suatu saat nanti aku harus bisa membuatmu bahagia dan bangga melihatku.

Selasa, 24 Maret 2015

Optimis

Sy tidak mengakui diri sy baik. Sy juga bukan orang baik bahkan jauh dr kata sempurna. Sy juga banyak kekurangan tp sy berusaha utk memperbaiki diri...
Sy pernah berlarut dlm kesenangan yang dipikirkan hanya utk sekarang.
Sy tak pernah terpikir ingin menjadi apa, ingin seperti apa dan apa yang ingin dicapai.
tp akhirnya sy sadar... Sy butuh kepastian masa depan. Sy melihat org2 yang bisa dikatakan hebat tp sy blm seberapa.
Sy pernah mengalami juga kalau pendidikan pun jd tolak ukur pasangan. Dulu...ada seorang berkata "kamu sekolah dulu tinggi2 baru mantap". Padahal...orang itu saja pendidikannya hanya lulusan SMA. Lucu ya.... Tp ini lah jadi acuan sy. Ketika sy berada ditengah2 sekumpulan pelajar atau pekerja dan mrk berbicara ttg kegiatannya, sy hanya diam...ada dlm benak hati ingin spt mereka.
Dan akhirnya ada seseorang yang membuat sy berfikir, menjadi semangat lagi dan yang paling penting kembali percaya diri.
Sy pikir cantik saja cukup...ternyata tidak. Sekarang ini banyak sekali wanita cantik bahkan disulap menjadi cantik hanya dengan pakaian dan make up.
Ternyata laki2 mapan tak hanya ingin wanita cantik tapi juga cerdas.
Katanya cinta itu harus menerima apa adanya? Iya, apa adanya yang sudah ada dlm dirimu bukan yg tdk ada apa2nya.
Cinta itu harus menerima kekurangan? Iya... Krn manusia tdk ada yg sempurna. Jadikan kekurangan itu utk saling melengkapi.
Utk itu sy terus berusaha....memperbaiki dan memantaskan diri utk lelaki idaman sy nanti.

"Perbaiki dirimu...jadikan dirimu seperti yg kamu inginkan dari pasanganmu. Krn Tuhan tlah menetapkan...yang baik akan dapat yg baik begitupun sebaliknya. Jodoh di tangan Tuhan...Tuhan yg memberi, tetapi pilihan ada pd dirimu sendiri."
Jadi bukan salah Tuhan jika km mendapatkan yg tdk baik. Krn semua yg Tuhan beri adalah yg terbaik.
Selalu ada hikmah ditiap kejadian. Kadang memang kita perlu dpt suatu hal yg tidak baik utk menyadarkan kita dan menjadikannya pelajaran.

Sy memang bukan apa2 dan bukan siapa2...Tp sy membuat motivasi diri sendiri utk terus optimis dan terus berpikir positif. 

Malam Hari

Saat malam tiba... Dan kesunyian yg aku rasa.
Malam itu indah. Coba kamu lihat, banyak bulan bintang yang melengkapi keindahan. Takkan kalian temui keindahannya lagi selain malam hari.
Malam itu sejuk. Membawa hasrat untuk tertidur nyenyak. Coba kalian rasakan, banyak angin berhembus lembut nan tenang.
Tp yang kurasakan setiap malam hanya kenangan. Teringat kembali masa-masa dahuluku...
Kini aku sepi, kini aku sendiri.
Aku takut melalui setiap malam ini, aku jenuh mengulang tiap malam yang sama.
Oh Tuhan... Cepatlah berlalu tiap malamku.
Aku takut kegelapan, kesendirian, dan kesunyian.
Doa yang selalu ku semogakan. Suatu saat nanti aku dapat merubah tiap malamku yang dilengkapi dengan keindahan. Ditemani dengan hangatnya pelukan dalam gelap malam. Yang menjagaku dan aku merasa aman. Jiwaku tenang. Hilanglah ketakutanku selama ini.
Dan yang ku nanti. Seseorang yang Tuhan halalkan untuk bersamaku. Menemani tiap malam hariku. Teman hidupku.

"Good Night"

Selasa, 11 Maret 2014

Penghianat... Teman? Pasangan?

Sering dengar kan dengan kata "penghianat" ?
Ya memang, penghianat itu justru lebih bahaya dengan yg lainnya.
Krn penghianat itu orang yg kita kenal baik, tp menghianati.
Kalo bukan orang yg kita kenal dekat, mana bisa di bilang penghianat.
penghianat itu bisa menyerang siapa saja, bisa dari pasangan ataupun TEMAN sendiri.
Waspada ya... Musuhmu adalah orang terdekatmu sendiri. Kalau orang yg gak kenal, gimana jadi musuh? Dia aja gak tau kehidupan kita.
Ada yg bilang, pilih sahabat atau pasangan?
Dan banyak juga yg bilang lebih baik lebih memilih teman daripada pasangan. Katanya, kalau kita putus cinta dengan pasangan, temanlah yg menghibur kita, yang ada buat kita dan menjadi tempat kita curhat.
Kalau gue...? Gue gak setuju sama pilihan ini. Krn apa? Teman itu ada kapasitasnya. Berteman baik boleh, tp tidak dengan mencampuri antara kehidupan pertemanan dan pribadi.
Sebaik apapun teman saat ini, jangan pernah melibatkan dia jauh dlm urusan pribadi/privasi kita.
Iya sekarang lg baik, Tp nanti kalo ada masalah, dia akan cerita lg dengan temannya tentang masalah dia. Krn setiap kita berhubungan dengan orang pasti akan selalu ada konflik krn perbedaan. Entah krn perbedaan sifat, sikap, dan kebiasaan. Krn ini lah... teman itu bervariasi. Teman itu bukan pasangan, bukan jg keluarga. Jadi harusnya berteman itu untuk pertemanan bukan lain2.
Dan gue pengalaman banget, melibatkan teman masuk kedalam kehidupan gue terlalu jauh.
Dan ini pelajaran berharga buat gue, teman dekat belum tentu baik.
Dan baik didepan kita, dibelakang kita? Kita gak tau hati seseorang...
Bukannya berpikiran negatif, tapi nyatanya setiap orang punya topengnya masing2. Ia berganti peran sesukanya. Sementara gue belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Gue hanya melihat segala hal yang dia tunjukkan ke gue, tanpa tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.
Ini yang juga salah, terlalu terbuka masalah pribadi dengan teman.
Padahal kapasitas teman ya hanya teman. Toh nanti yang jadi teman sejati dlm hidup adalah pasangan.
Makanya pasangan itu harus jd serba guna. Bisa jadi pasangan yang baik, bisa jadi saudara krn kedekatan yg tak ada batas, bisa jadi teman untuk kita bertukar pikiran.
Kalo lo udah anggap pasangan ini penting, lo gak perlu lagi bingung harus kesiapa saat lo butuh.

Setelah kesedihan akan datang kebahagiaan

Masalah?
Yups... bener banget, yang namanya masalah itu buat kita jadi stress out, sedih, lelah, dan gak tau harus bagaimana melewatinya.
Menghindar pun tidak dpt menyelesaikan masalah, yang ada menambah masalah baru lagi.
Terus harus gimana dong?
Tetap tenang, hadapi masalah!
Jalani saja... Tuhan tak memberimu masalah yg tak dapat kau selesaikan.
Setelah kesedihan akan datang kebahagiaan. Dan gue percaya banget nih sama kata2 ini, krn Tuhan menaruh hikmah ditiap kejadian.
masalah jg seperti ujian, jika kita mampu melewati, kita dapat naik dilevel tinggi. Jika kita mampu melewati, kita punya pelajaran penting dalam hidup dan pengalaman adalah guru terbaik kehidupan.
Anggaplah ini proses pendewasaan diri, krn pribadi yg dewasa akan menyikapi masalah dengan dewasa jg.
Kalau kadang kita merasa lelah, merasa sedih, itu wajar... manusiawi krn kita punya hati yg mudah "perasaan".
Tapi.. jangan sampai pesimis.
Bangkit! Bangun!
Hidupmu ada ditanganmu, jadi siapa lagi yg akan perjuangkan hidupmu jika bukan diri sendiri.

Life must go on...
Gue harus bisa lewati ini, gue yakin Tuhan sayang gue. Dan gue akan bertahan dlm keadaan apapun. ;)